Inovasi Pengentasan Kemiskinan dan Mitigasi Bencana Diluncurkan, Bupati Minta Implementasi Nyata
✍️ 39👁️ 2 views
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao resmi meluncurkan inovasi pengentasan kemiskinan dan mitigasi bencana melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal serta program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi), Kamis (11/6/2026) di Ruang TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rote Ndao menegaskan pentingnya implementasi nyata di lapangan agar inovasi yang telah dirancang tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perlindungan terhadap risiko bencana.
Foto bersama saat Launching Inovasi Pengentasan kemiskinan dan mitigasi bencana melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal serta program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi).
Inovasi pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal ini digagas oleh Anthon F. D. Banepa, SE, sementara inovasi SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) digagas oleh Janwes N.H. Nauk, S.STP. Sebelum kegiatan launching, kedua inovasi tersebut terlebih dahulu dipresentasikan oleh para penggagas di hadapan Bupati Rote Ndao serta jajaran Kepala Perangkat Daerah. Presentasi ini bertujuan untuk memaparkan konsep, strategi pelaksanaan, serta dampak yang diharapkan dari masing-masing inovasi.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari ditetapkannya Peraturan Bupati Rote Ndao Nomor 23 Tahun 2026 tentang Pemberdayaan dan Perluasan Kesempatan Kerja bagi Tenaga Kerja Lokal serta Peraturan Bupati Nomor 25 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Sekolah Aman Bencana Terintegrasi.
Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dinilai memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Menurutnya, inovasi ini tidak hanya menyasar pengentasan kemiskinan, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan bencana, khususnya di lingkungan sekolah.
“Inovasi ini sangat bagus, baik dari segi model maupun esensinya. Ini menjadi langkah nyata dalam melindungi tenaga kerja lokal sekaligus memberikan perlindungan bagi warga sekolah dari risiko bencana,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya implementasi yang serius di lapangan agar inovasi tersebut tidak hanya berhenti pada konsep semata. Ia mengingatkan bahwa pelaksanaan program harus didukung dengan perencanaan yang matang, termasuk penyusunan RAB serta analisis teknis yang tepat agar benar-benar mampu menghadirkan bangunan dan sistem yang tahan bencana.
“Jangan hanya bagus di atas kertas, tetapi harus benar-benar diimplementasikan dengan baik di lapangan. Program ini juga tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus melibatkan perangkat daerah terkait secara terpadu,” tegasnya.
Pemaparan Inovasi Pengentasan Kemiskinan melalui Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal oleh Anthon F. D. Banepa, SE, dan Inovasi SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) digagas oleh Janwes N.H. Nauk, S.STP
Bupati juga menyoroti pentingnya perlindungan tenaga kerja lokal melalui kebijakan yang benar-benar dijalankan secara konsisten, sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, ia meminta dukungan dari seluruh jajaran teknis untuk menyediakan data dan informasi yang akurat guna memastikan program pengentasan kemiskinan berjalan secara serius dan berkelanjutan di Kabupaten Rote Ndao.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao selaku mentor dalam inovasi ini menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia berharap inovasi ini dapat menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Rote Ndao yang lebih sejahtera dan tangguh terhadap bencana.
Launching inovasi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antar perangkat daerah dalam upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di Kabupaten Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote)